Showing posts with label Gunadarma. Show all posts
Showing posts with label Gunadarma. Show all posts

Tugas Softskill Sistem Informasi Manajemen



1. Jelaskan system pada perusahaan anda?
            Sistem pada perusahaan saya, perusahaan saya dipimpin oleh seseorang, yang memiliki pengetahuan manajemen yang baik. Namun begitu, dalam perusahaan saya, terbagi beberapa devisi - devisi lainnya yang dipimpin oleh masing - masing orang yang sudah dipercaya kemampuannya dalam memimpin devisi - devisi tersebut oleh Bos. Hal ini dikarenakan perusahaan saya memberikan pelayan jasa ataupun barang. Tiap devisi itu memiliki beberapa anak buah.
Kesimpulan: perusahaan saya memiliki Sistem Fisik dan Sistem Konseptual dimana kedua sistem tersebut merupakan sistem terbuka, yang berhubungan dengan lingkungannya melalui arus sumber daya fisik. Sedangkan Sistem Konseptual adalah Sebagian sistem terbuka dapat mengendalikan operasinya sendiri, sebagian lagi tidak.


2. Bahas contoh E-commerce dan sebutkan keuntungan dan kelemahanya?

1. Bhinneka (http://www.bhinneka.com/).
          Merupakan bisnis online store dalam hal penjualan perangkat IT (komputer beserta spare partnya, dan laptop) ataupun gadget (seperti kamera digita, slr, handphone) bhinneka juga merupakan salah satu autorized apple store. Penjualannya didukung oleh outlet bhinneka yang ada dibeberapa tempat di Jakarta.

Kelebihannya: 
·        Dapat membeli secara online (pembayaran melalui ebanking lalu barang dikirim ke tempat konsumen).
·        Dapat membeli barang secara kredit dengan menggunakan kartu kredit beberapa bank tertentu.

Kekurangannya:
·        Anda tidak dapat melihat kondisi barang sebelum membeli. (elektronik merupakan barang yang rentan, yang kualitasnya dapat terlihat dengan kita memeriksa kondisinya secara langsung).


2. Forum Jual Beli Kaskus (http://www.kaskus.co.id/forumdisplay.php?f=25).
          Forum komunitas terbesar di Indonesia ini mempunyai satu subforum untuk transaksi jual beli antara satu user dengan user lain. banyak hal yang diperjualbelikan di forum ini, mulai dari trading card, rumah bahkan kapal pesiar.

Kelebihannya: 
·        Dapat membeli barang dengan harga murah.
·        Dapat memeriksa barang ketika transaksi berlangsung (cash on delivery).
·        Barang dapat dikirim jika lokasi antar user terlampau jauh.

Kekurangan: 
·        Maraknya penipuan pada transaksi online.
·        Terkadang banyak user yang membohongi user lain bahwa barangnya itu asli padahal palsu.
·        Kurangnya keamanan pada tiap transaksi (pihak kaskus tidak bertanggung jawab jika terjadi penipuan).

3. Rakuten (http://www.rakuten.co.id/).
          Website ini menyediakan berbagai produk mulai dari fashion, kuliner, alat olahraga dan lain lain.

Keuntungan:        
·        Ada kategori barang-barang dari jepang.
·        Terkadang website ini memberikan diskon pada kategori barang tertentu.
·        Harga yang terjangkau oleh masyarakat.
·        Adanya fasilitas superpoint untuk mendapatkan diskon.
·        Dapat melakukan transaksi secara online (pembayaran melalui ebanking lalu barang dikirim ke tempat konsumen).

Kekurangan: 
·        Tidak dapat melihat kondisi barang saat terjadinya transaksi secara online.

4. Rakitan/Quantum komputer (http://www.rakitan.net/ atau http://www.rakitan.net/ atau http://mdua.com/).
          Website yang menyediakan perangkat IT (komputer/laptop) dan gadget (handphone dan kamera). quantum komputer didukung oleh outlet yang berada di mangga dua mall lt. V.

Keuntungan: 
·        Dapat melakukan transaksi secara online (pembayaran melalui ebanking lalu barang dikirim ke tempat konsumen) atau datang langsung ke toko.
·        Memberikan contact person sales agar pembeli dapat berinteraksi dengan sales dalam menanyakan ketersediaan barang/harga barang.

Kekurangan:
·        Tidak dapat melihat kondisi barang saat terjadinya transaksi secara online.

5. Mitre (http://mitre.co.id)
          Bisnis online store yang bergerak di bidang penjualan alat atau perlengkapan olahraga. Mitre didukung oleh beberapa outlet yang tersebar di kota besar di Indonesia.

Keuntungan: 
·        Dengan adanya outlet yang tersebar di kota besar Indonesia, memudahkan pembelian barang secara langsung.
·        Dapat membeli secara online, jadi memudahkan konsumen yang tidak ada outlet mitre atau konsumen yang berada di luar negeri.

Kekurangan: 
·        Outlet yang hanya tersedia di kota besar, membuat konsumen yang jauh/tidak ada outlet mitre di kotanya menjadi kesulitan jika ingin membeli barang secara langsung.

Tugas Softskill IV (Komunikasi dan Kepemimpinan)


Uraikan hambatan umum bagi komunikasi antar pribadi yang efektif. Jelaskan bagaimana hambatan ini dapat diatasi.

jawab:

Komunikasi antar pribadi adalah komunikasi antar satu orang ke orang lain.
hal penting dalam komunikasi antar pribadi yang efektif adalah cara penyampaian pesan (cara komunikasi) dan mendengarkan
nah berikut ini adalah berbagai macam hambatan dalam komunikasi antar pribadi.
a. Tingkatan bahasa si penyampai pesan/pendengar
 cara mengatasinya: lihat dulu siapa lawan bicara yang dihadapi. pergunakan istilah serta bahasa yang tepat agar lawan bicara mengerti dan tau apa yang kita maksud/bicarakan
b. Mengerti arah keinginan arah pembicaraan
 cara mengatasinya: teliti akan hal yang dibicarakan (topik pembicaraan) agar dapat mengerti hal yang sedang dibicarakan. jangan membicarakan hal yang kita tidak mengerti karena pembicaraan akan tidak nyambung

Uraikan dua dasar fungsi kepemimpinan yang di butuhkan untuk prestasi kerja kelompok yang efektif. Haruskah seorang pemimpin melakukan kedua fungsi sekaligus.

jawab:

1. Fungsi pertama adalah memberi kejelasan alur (direktif)
Seorang pemimpin harus mampu membantu bawahannya dalam memahami bagaimana cara kerja yang diperlukan didalam menyelesaikan tugasnya

2. Fungsi kedua adalah meningkatkan jumlah hasil (reward)
seorang pemimpin harus mampu memberi dukungan dan perhatian terhadap kebutuhan pribadi bawahannya. karena dengan memberi dukungan dan perhatian, bawahan akan semangat dalam bekerja berusaha didalam menyelesaikan tugasnya

seorang pemimpin melakukan kedua fungsi sekaligus, karena jika kita hanya memberi kejelasan alur/memberikan arah (direktif) atau hanya memberikan reward. karena pemimpin adalah memberi arahan lalu memperhatikan karyawannya agar, selain demi terselesaikannya tugas, para pemimpin harus memperhatikan kesejahteraan para bawahannya.


Tugas softskill III (Konflik)


1. Bedakan pandangan tradisional dan interactionist tentang konflik.
Pandangan Tradisional, menyatakan bahwa konflik itu hal yang buruk, sesuatu yang negatif, merugikan, dan harus dihindari. Konflik disinonimkan dengan istilah violence, destruction, dan irrationality. Konflik ini merupakan suatu hasil disfungsional akibat komunikasi yang buruk, kurang kepercayaan, keterbukaan di antara orang – orang, dan kegagalaan manajer untuk tanggap terhadap kebutuhan dan aspirasi karyawan. Sedangkan pada Pandangan Interactionist, cenderung mendorong suatu kelompok atau organisasi terjadinya konflik. Hal ini disebabkan suatu organisasi yang kooperatif, tenang, damai, dan serasi cenderung menjadi statis, apatis, tidak aspiratif, dan tidak inovatif. Oleh karena itu, menurut pandangan ini, konflik perlu dipertahankan pada tingkat minimum secara berkelanjutan sehingga tiap anggota di dalam kelompok tersebut tetap semangat, kritis – diri, dan kreatif.

2. ”Unit unit pada suatu organisasi akan selalu mempunyai tujuan yang berbeda; oleh karena itu, semua organisasi akan dicirikan oleh adanya konflik. ” Apakah anda setuju dengan hal ini ? jelaskan jawaban anda.
Saya setuju, kerena disetiap masalah mempunyai pandangan yang berbeda dengan setiap pandangan berbeda kita akan menemukan banyak solusi yang berbeda , entah itu win and win solution atau dengan kesepakatan yang merugikan satu pihak atau keuntungan pada pihak yang terlibat

3. ”Strategi suatu organisasi, jika jelas dan disebar secara meluas, bertindak sebagai suatu superordinate goal dan memperlambat konflik yang disfungsional ”, Apakah anda setuju dengan hal ini ? jelaskan jawaban anda.
Saya tidak setuju, kerena dalam setiap konflik memilki kesepakatan dengan pihak-pihak yang terlibat kerena dalam suatu masalah haruslah pihak-pihak yang terlibat tersebut diuntungkan dengan adanya konflik. Kesimpulan saya, pada setiap konflik harus menemukan solusi yang tidak menguntungkan satu pihak saja tapi juga harus mengambil titik tangah agar resiko dari masalah lebih ringan dan pihak yang terlibat tidak dirugikan

Tugas Softskill II (Organisasi)

PT. Pelayaran Hub Maritim Indonesia



Terlihat bahwa tiap Head of Operation Department memiliki komunikasi satu sama lain. lalu Director of Operation berada diatas semua Head of Operation Department.
Managing Director tidak secara langsung membawahi para Head of Operation Department, tetapi harus melalui Director of Operation

menurut saya struktur organisasinya sudah cukup baik. karena tiap Head of Operation Department dapat berkomunikasi satu sama lain, lalu mereka bertanggung jawab kepada Director of Operation 

LP Latex 14 April 2012 Tentang Document Class

1. Sebutkan dan jelaskan jenis-jenis document class pada latex
2. contoh penulisan dengan latex

jawab
1. Report: digunakan untuk membuat laporan (report) baik dalam bidang bisnis, teknik, hukum, akademis, atau ilmu pengetahuan

   Article: digunakan untuk membuat paper, artikel sebuah jurnal atau majalah, review, paper untuk konferensi, atau catatan riset.

   Book: digunakan untuk membuat buku dan thesis

   Letter: digunakan untuk membuat surat.

2. contoh penulisan dengan latex

\documentclass[a4, 10pt]{article}
\usepackage[bahasa]{babel}
\begin{document}
\textit{Laboratorium Sistem Informasi}\\
\textbf{Belajar LaTeX}\\
Universitas Gunadarma\\
\end{document}

LA Pascal 8 April 2012 (Membuat Function dan Procedure)

Membuat Function dan Procedure dalam satu program
  • Coding
 


  • Logika:
uses crt;
var x, y: integer;


Deklarasikan variable  x dan y sebagai integer.

function hitung (var a, b: integer):integer;
        begin
                hitung:= a + b;
        end;


Buat function hitung, dengan tipe data integer dan variable a dan b sebagai integer, begin untuk memulai function, lalu buat rumus, hitung = variable a ditambah variable b. lalu end untuk mengakhiri function.

procedure input;
        begin
                write ('Masukkan x= ');
                readln(x);
                write ('masukkan y= ');
                readln(y);
                writeln;
        end;


Buat procedur input, begin untuk memulai procedure lalu write (‘Masukkan nilai x= ‘) untuk meninput nilai x, lalu readln (x) untuk membaca nilai yang diinput sebagai variable x. write (‘Masukkan nilai y= ‘) untuk meninput nilai x, lalu readln (x) untuk membaca nilai yang diinput sebagai variable y. lalu writeln untuk membuat garis baru

 begin
        clrscr;
        input;
        writeln (x, '+', y, '=', hitung (x, y));
        readln;
end.

Begin untuk memulai coding utama, lalu clrscr untuk membersihkan layar ketika program di running. Ketik input, untuk memasukan procedure input. Lalu writeln (x, ‘+’, y, ‘=’, hitung (x,y), untuk membuat tulisan, variable x + variable y = function hitung yang merubah variable a menjadi variable x, dan variable b menjadi variable y. lalu readln agar dapat membaca hasil dari yang di write, lalu end untuk mengakhiri coding pada program utama.

  • Ketika program di running

Pascal (variable)


Kali ini gue masukin Laporan Akhir gue dari praktikum Pascal tentang variable

Satu variable:
        Codingnya seperti ini:
       
   Hasilnya seperti ini:


Dua variable
            Codingnya seperti ini:
          
 Hasilnya seperti ini:

Dua variable dengan input
            Codingnya seperti ini:

            Hasilnya seperti ini:


Visual Basic .NET



Visual Basic .NET (VB.NET) adalah bahasa pemograman yang OOP (Object-Oriented Programming), merupakan perkembangan dari Visual Basic (VB) klasik. Dimana VB.NET diimplementasikan pada .NET Framework. Saat ini yang terbaru adalah Microsoft Visual Studio 2010, ini adalah software komersil (berbayar). sedangkan Visual Basic Express Edition 2010 adalah software free (gratis)

Software dan Hardware yang dibutuhkan

Berikut adalah Software Requirementnya:

Visual Studio 2010 dapat diinstall di sistem operasi sebagai berikut:
  • Windows XP (x86) with Service Pack 3 - all editions except Starter Edition
  • Windows Vista (x86 & x64) with Service Pack 2 - all editions except Starter Edition
  • Windows 7 (x86 & x64)
  • Windows Server 2003 (x86 & x64) with Service Pack 2
  • Windows Server 2003 R2 (x86 & x64)
  • Windows Server 2008 (x86 & x64) with Service Pack 2
  • Windows Server 2008 R2 (x64)
Supported Architectures:
  • 32-Bit (x86)
  • 64-Bit (x64)
Berikut ini adalah Hardware Requirement:
  • Minimal prosessornya adalah 1.6 GHz, atau prosessor yang lebih cepat (diatas 1.6 GHz)
  • RAM yang dibutuhkan adalah 1 GB untuk 32 Bit dan 2 GB untuk 64 Bit.
  • Kapasitas yang dibutuhkan untuk meninstall Visual Studio 2010 pada Harddisk adalah 3 GB

Versi-versi VB.Net

Ada 5 Versi dari Visual Basic .NET yang diimplementasikan oleh tim Visual Basic:
  • Visual Basic .NET (2002) (VB 7.0)
  • Visual Basic .NET (2003) (VB 7.1)
  • Visual Basic 2005 (VB 8.0)
  • Visual Basic 2008 (VB 9.0)
  • Visual Basic 2010 (VB 10.0)

Tugas Pengantar PDE: Latex



Kali ini gue mau share tentang latex yang kebetulan kemarin jadi tugas gue buat matakuliah Pengantar PDE,
Kalau mau tau tentang Latex silakan kesini

Langsung poin penting dari tugas gue aja.

Pertama2 buka TexmakerX lalu langsung ke Option > Configure TexmakerX






Lalu kita setting quick buildnya agar saat kita klik Quick Build maka langsung ke format PDF




Nah untuk coding pada tugas gue seperti ini

Perencanaan, Tujuan dan Keputusan

Pengertian perencanaan Perencanaan adalah pemilihan sekumpulan kegiatan dan pemutusan selanjutnya apa yang harus dilakukan, kapan, bagaimana dan oleh siapa Proses perencanaan

Proses perencanaan harus memperhatikan empat faktor penting yaitu:

1. waktu,

2. pengumpulan dan analisis data,

3. tingkatan perencanaan

4. kelenturan atau fleksibilitas.


Empat tahap dasar perencanaan:
1. Menetapkan tujuan

2. Merumuskan keadaan

3. Identifikasi kemudahan dan identifikasi hambatan

4. Pengembangan kegiatan

Empat hal diatas adalah langkah yang harus dilakukan untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan saat tahap pertama


Rencana operasional: Penguraian lebih terperinci bagaimana rencana strategic akan dicapai
Terdiri dari :

- Rencana sekali pakai:
Program, Proyek dan anggaran

- Rencana tetap:
Kebijaksanaan, Prosedur standard dan Aturan


Rencana strategic: Dirancang untuk memenuhi tujuan-tujuan organisasi yang lebih luas


Faktor Waktu dan Perencanaan

Factor waktu dan mempunyai pengaruh sangat besar terhadap perencanaan dalam tiga hal, yaitu:

1. waktu sangat diperlukan untuk meaksanakan perencanaan efektif

2. waktu sering diperlukan untk melanjutkan setiap langkah perencanaan tanpa informasi lengkap tentang variable-variabel dan alternatif-alternatif, karena waktu diperlukan untuk mendapatkan data dan memperhitungkan semua kemungkinan.

3. jumlah waktu yang akan dicakup dalam rencana harus dipertimbangkan.


Penetapan Tujuan

Definisi Tujuan
Suatu hasil akhir, titik akhir atau segala sesuatu yang akan dicapai

A. Etzioni , “ Modern Organization “
“ Suatu pernyataan tentang keadaan yang diinginkan dimana organisasi bermaksud untuk merealisasikan “ dan sebagai ” pernyataan tentang keadaan di waktu yang akan datang dimana organisasi sebagai kolektifitas mencoba untuk menimbulkannya”


Misi adalah suatu pernyataan umum dan abadi tentang maksud organisasi, Misi Organisasi adalah maksud khas (unik) dan mendasar yang membedakan organisasi dari organisasi lainnya dan mengidentifikasikan ruang lingkup operasi dalam hal produk dan pasar.

Tujuan Organisasi merupakan pernyataan tentang keadaaan atau situasi yang tidak terdapat sekarang tetapi untuk dicapai diwaktu yang akan datang melalui kegiatan – kegiatan organisasi.

Tujuan umum (tujuan strategic) yang dipilih akan menentukan kegiatan – kegiatan dan mengikat sumber daya-sumber daya untuk jangka waktu yang panjang.

Tujuan khusus secara fungsional berdiri sendiri tetapi secara operasional terangkai dalam pemberian pedoman pencapaian tujuan organisasi.


Fungsi Tujuan
1. Pedoman bagi kegiatan

2. Sumber legitimasi

3. Standar pelaksanaan

4. Sumber motivasi

5. Dasar rasional pengorganisasian


Management By Objective (MBO)
Diperkenalkan pada tahun 1954 oleh Peter Druker, “ the pratice of management “ MBO merupakan penetapan prosedur formal atau semi formal, yang dimulai dengan penetapan tujuan dan dilanjutkan oleh kegiatan (langkah), sampai peninjauan kembali pelaksanaan kegiatan.

Istilah management by objective
1. Manajemen berdasarkan sasaran

2. Manajemen berdasarkan hasil

3. Management by results

4. Goals management

5. Work planning and review

6. Goals and controls

7. Joint target setting

Esensi dari MBO adalah
1. Penetapan tujuan-tujuan umum oleh para manajer dan bawahan yang berkerja sama

2. Penentuan bidang tanggung jawab utama setiap individu dirumuskan dengan jelas dalam bentuk hasil-hasil yang dapat diukur.

3. Penggunaan ukuran-ukuran tersebut sebagai pedoman pengoperasian satuan kerja dan penilaian sumbagan masing-masing anggota.

Peter Drucker menekankan pada hubungan tujuan individu dan tujuan umum, penerapan MBO adalah untuk mencapai efisiensi operasi seluruh organisasi melalui operasi yang efisien dan integrasi bagian-bagiannya.

Sukses penerapan MBO didasarkan pada dua hipotesa :

1. Bila seseorang melekat secara kuat pada suatu tujuan, dia akan bersedia mengeluarkan usaha lebih untuk meraihnya dibandingkan bila seseorang tidak merasa terikat.

2. Kapan saja seseorang memperkirakan sesuatu akan terjadi, dia akan melakukan apa saja untuk membuatnya terjadi


Pembuatan Keputusan
Pembuatan keputusan merupakan bagian terpenting dari manajer, yang dihubungkan dengan pelaksanaan perencanaan, dalam hal memutuskan tujuan yang akan dicapai, sumberdaya yang akan dipakai, siapa yang melaksanakan, siapa yang bertanggung jawab atas pekerjaan yang diserahkannya dan lain sebagainya

pembuatan keputusan yaitu proses serangkaian kegiatan yang akan dilakukan dalam penyelesaian suatu masalah. Pembuatan keputusan ini dilakukan oleh setiap jabatan dalam organisasi. Manajer akan membuat keputusan yang berbeda dalam situasi dan kondisi yang berbeda pula.


Tipe-Tipe Keputusan
Keputusan dibagi dalam 3 tipe :
1.Keputusan terprogram/keputusan terstruktur : keputusan yg berulang2 dan rutin, sehingga dapt diprogram. Keputusan terstruktur terjadi dan dilakukan terutama pd manjemen tkt bawah. Co:/ keputusan pemesanan barang, keputusan penagihan piutang,dll.

2.Keputusan setengah terprogram / setengah terstruktur : keputusan yg sebagian dpt diprogram, sebagian berulang-ulang dan rutin dan sebagian tdk terstruktur. Keputusan ini seringnya bersifat rumit dan membutuhkan perhitungan2 serta analisis yg terperinci. Co:/ Keputusan membeli sistem komputer yg lebih canggih, keputusan alokasi dana promosi.

3.Keputusan tidak terprogram/ tidak terstruktur : keputusan yg tidak terjadi berulang-ulang dan tidak selalu terjadi. Keputusan ini terjadi di manajemen tingkat atas. Informasi untuk pengambilan keputusan tdk terstruktur tdk mudah untuk didapatkan dan tdk mudah tersedia dan biasanya berasal dari lingkungan luar. Pengalaman manajer merupakan hal yg sangat penting didalam pengambilan keputusan tdk terstruktur. Keputusan untuk bergabung dengan perusahaan lain adalah contoh keputusan tdk terstruktur yg jarang terjadi.


Proses Pembuatan Keputusan
1. pemahaman dan perumusan masalah
manajer harus dapat menemukan masalah apa yang sebenarnya, dan menetukan bagian bagian mana yang harus dipecahkan dan bagian mana yang seharusnya tidak dipecahkan

2. pengumpulan dan analisa data yang relevan
setelah masalahnya ditemukan, lalu ditentukan dan dibuatkan rumusannya untuk membuat keputusan yang tepat

3. pengembangan alternatif
pengembangan alternatif memungkinkan menolak kecenderungan membuat keputusan yang cepat agar tercapai keputusan yang efektif.

4. pengevaluasian terhadap alternatif yang digunakan
menilai efektivitas dari alternatif yang dipakai, yang diukur dengan menghubungkan tujuan dan sumber daya organisasi dengan alternatif yang realistik serta menilai seberapa baik alternatif yang diambil dapat membantu pemecahan masalah

5. Pemilihan alternatif terbaik
Didasarkan pada informasi yang diberikan kepada manajer dan ketidak sempurnaan kebijaksanaan yang diambil oleh manajer

6. implementasi keputusan
manajer harus menetapkan anggaran, mengadakan dan mengalokasikan sumberdaya yang diperlukan, serta menugaskan wewenang dan tanggung jawab pelaksanaan tugas, dengan memperhatikan resiko dan ketidakpastian terhadap keputusan yang diambil. sehingga perlu dibuat prosedur laporan kemajuan periodik dan mempersiapkan tindakan korektif bila timbul masalah baru dalam keputusan yang dibuat serta mempersiapka peringatan dini atas segala kemungkinan yang terjadi

7. evaluasi atas hasil keputusan
implementasi yang telah diambil harus selalu dimonitor terus menerus apakah berjalan lancar dan memberikan hasil yang diharapkan

Keterlibatan Bawahan dalam Pembuatan Keputusan
keterlibatan bawahan dalam pembuatan keputusan dapat bersifat resmi misal dengan pembuatan kelompok, bisa juga bersifat tidak resmi misal dengan meminta gagasan dan saran saran. pembuatan keputusan yang didasarkan pada sifat formal lebih efektif karena banyak masukan masukan pengetahuan yang lainnya. karakteristik situasi keputusan dan gaya pembuatan keputusan manajemen akan mempengaruhi dan menentukan apakah pembuatan keputusan dilakkukan secara kelompok atau tidak.



Sumber:
http://opickrockstar.wordpress.com/2010/11/29/2-penetapan-tujuan/
http://muhammadrizky.ngeblogs.com/2009/10/17/penetapan-tujuan-organisasi/
http://jnursyamsi.staff.gunadarma.ac.id/Downloads/files/15585/M4_PROSES+PERENCANAAN.pdf
http://nurmadwidarmayanti.blogspot.com/2009/10/tulisan-tipe-keputusan-manajemen.html

Gambaran Umum Manajemen

Tugas 1


1. Apa yang Anda ketahui tentang Pengertian Manajemen?
Jawaban :
     
    Pengertian Manajemen – Dalam mengartikan dan mendefinisikan manajemen ada berbagai ragam, ada yang mengartikan dengan ketatalaksanaan, manajemen, manajemen pengurusan dan lain se- bagainya. Bila dilihat dari literatur-literatur yang ada, pengertian manajemen dapat dilihat dari tiga pengertian:
  1. manajemen sebagai suatu proses.
  2. manajemen sebagai suatu kolektivitas manusia
  3. manajemen sebagai ilmu (science) dan sebagai seni (art).

      Manajemen sebagai suatu proses, melihat bagai mana cara orang untuk mencapai suatu tujuan yang telah ditetapkan terlebih dahulu. Pengertian manajemen sebagai suatu proses dapat dilihat dari pengertian menurut :

  1. Encylopedia of The Social Science, yaitu suatu proses dimana pelaksanaan suatu tujuan tertentu dilaksanakan dan diawasi.
  2. Haiman, manajemen yaitu fungsi untuk mencapai suatu tujuan melalui kegiatan orang lain, mengawasi usaha-usaha yang dilakukan individu untuk mencapai tujuan.
  3. Georçv R. Terry, yaitu cara pencapaian tujuan yang telah ditentukan terlebih dahulu dengan melalui kegiatan orang lain.
      Manajemen suatu kolektivitas yaitu merupakan suatu kumpulan dari orang-orang yang bekerja sama untuk mencapai suatu tujuan bersama. Kolektivitas atau kumpulan orang-orang inilah yang disebut dengan manajemen, sedang orang yang bertanggung jawab terhadap terlaksananya suatu tujuan atau berjalannya aktivitas manajemen disebut manajer.

Manajemen sebagai suatu ilmu dan seni, melihat bagaimana aktivitas manajemen dihubungkan dengan prinsip-prinsip dari manajemen. Pengertian manajemen sebagai suatu ilmu dan seni dari :

  1. Chaster I Bernard dalam bukunya yang berjudul JTAe^Bnctíon of the Executive, bahwa manajemen yaitu seni dan ilmu, juga Henry Fajol, Alfin Brown Harold, Koontz Cyril O’donnel dan GerQge K Terry.
  2. Marry Parker FoUett menyatakan bahwa manajemen sebagai seni dalam menyelesaikan pekerjaan melalui orang lain.
      Dari devinisi di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa manajemen yaitu koordinasi semua sumber daya melalui proses perencanaan, pengorganisasian, penetapan tenaga kerja, pengarahan dan pengawasan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan terlebih dahulu





2. Apa yang Anda ketahui tentang Tingkatan Manajemen
Jawab :



     Bahwa manajemen digunakan dalam segala bentuk kegiatan baik kegiatan profesi maupun non profesi, baik organisasi pemerintah maupun swasta, maka manajer dapat diklasifikasikan dalam dua cara yaitu tingkatan dalam organisasi dan lingkup kegiatan yang dilakukan
 

     Bahwa dilihat dari tingkatan dalam organisasi, manajemen dibagi menjadi tiga golongan yang berbeda, yaitu:


Gambar 1. Tingkatan Manajemen dalam Organisasi
Manajemen Lini (First-Line Management)atau manajemen tingkat pertama, yaitu tingkatan yang paling rendah dalam suatu organisasi, di mana seorang yang bertanggung jawab atas pekerjaan orang lain, misalnya mandor atau pengawas produksi dalam suatu pabrik, pengawas teknik suatu bagian riset dan lain sebagainya.

     Manajemen Menengah (Middle Management) yaitu mencakup lebih dari satu tingakatan di dalam organisasi. Manager menengah mengarahkan kegiatan manager lain, juga mengarahkan kegiatan-kegiatan yang melaksanakan kebijakan organisasi. Contohnya Kepala Bagian yang membawahi kepala seksi, kepala devisi dan lain sebagainnya

     Manajemen Puncak (Top Management), terdiri atas kelompok yang relatif kecil, yang bertanggung jawab atas manajemen keseluruhan dari organisasi. Mereka menetapkan kebijaksanaan operasional dan membimbing hubungan organisasi dengan lingkungan lainnya. Sebutan yang khas untuk manajemen puncak ini adalah Chief Executive Officer (Direktur Utama), Presiden, dan Senior Vicepresident

     Menurut lingkungan kegiatan yang dilakukan dibagi menjadi dua yaitu Manajer Fungsional dan Manajer Umum. Manajer Fungsional bertanggung jawab pada satu kegiatan organisasi, seperti produksi, pemasaran, keuangan dan lain sebagainya, yang dipusatkan oleh kesamaan tugas. Manajer Umum membawahi unit yang lebih rumit, misalnya sebuah perusahaan cabang atau bagian operasional yang independen yang bertanggung jawab atas semua kegiatan unit.

Hubungan Manajer Fungsional dan Manajer Umum

     Di dalam melaksanakan tugas setiap tingkatan manajer mempunyai fungsi yang berbeda. Ada dua funsi utaman atau keahlian (skill) yaitu keahlian teknik (Technical Skill) dan keahlian manajerial (Managerial Skill). Keahlian Teknik yaitu keahlian tentang bagaimana cara mengerjakan dan menghasilkan sesuatu yang terdiri atas pengarahan dengan motivasi, supervisi, dan komunikasi. Sedang Keahlian Manajerial yaitu keahlian yang berkenaan tentang hal penetapan tujuan perencanaan, pengorganisasian, penyusunan personalia dan pengawasan










3. Apa yang Anda ketahui tentang Evolusi Teori Manajemen
Jawab:

  • Teori Manajemen Klasik


Ada dua tokoh manajemen yang mengawali munculnya manajemen, yaitu :
        1. Robert Owen (1771 1858):
                Dimulai pada awal tahun 1800-an sebagai Mnajer Pabrik Pemintalan Kapas di New Lanark, Skotlandia. Robert Owen mencurahkan perhatiannya pada penggunaan faktor produksi mesin dan faktor produksi tenaga kerja. Dari hasil pengamatannya disimpulkan bahwa, bilamana terhadap mesin diadakan suatu perawatan yang baik akan memberikan keuntungan kepada perusahaan, demikian pula halnya pada tenaga kerja, apabila tenaga kerja dipelihara dan dirawat (dalam arti adanya perhatian baik kompensasi, kesehatan, tunjangan dan lain sebagainya) oleh pimpinan perusahaan akan memberikan keuntungan kepada perusahaan. Selanjutnya dikatakan bahwa kuantitas dan kualitas hasil pekerjaan dipengaruhi oleh situasi ekstern dan intern dari pekerjaan. Atas hasil penelitiannya Robert Owen dikenal sebagai Bapak Manajemen Personalia.

         2. Charles Babbage (1792 1871):
               Charles Babbage adalah seorang Profesor Matematika dari Inggris yang menaruh perhatian dan minat pada bidang manajemen. Dia dipercaya bahwa aplikasi prinsip-prinsip ilmiah pada proses kerja akan menaikkan produktivitas dari tenaga kerja menurunkan biaya, karena pekerjaan-pekerjaan dilakukan secara efektif dan efisien. Dia menganjurkan agar para manajer bertukar pengalaman dan dalam penerapan prinsip-prinsip manajemen. Pembagian kerja (devision of labour), mempunyai beberapa keunggulan, yaitu :
  1. Waktu yang diperlukan untuk belajar dari pengalaman-pengalaman yang baru.
  2. Banyaknya waktu yang terbuang bila seseorang berpindah dari satu pekerjaan ke pekerjaan lain akan menghambat kemajuan dan ketrampilan pekerja, untuk itu diperlukan spesialisasi dalam pekerjaannya.
  3. Kecakapan dan keahlian seseorang bertambah karena seorang pekerja bekerja terus menerus dalam tugasnya.
  4. Adanya perhatian pada pekerjaannya sehingga dapat meresapi alat-alatnya karena perhatiannya pada itu-itu saja.
Kontribusi lain dari Charles Babbage yaitu mengembangkan kerja sama yang saling menguntungkan antara para pekerja dengan pemilik perusahaan, juga membuat skema perencanaan pembagian keuntungan.



  • Teori manajemen ilmiah.




Tokoh-tokoh dari teori manajemen ilmiah antara lain :
       1. Frederick Winslow Taylor
      Pertama kali manajemen ilmiah atau manajemen yang menggunakan ilmu pengetahuan dibahas pada tahun 1900an. Taylor adalah manager dan penasehat perusahaan dan merupakan salah seorang tokoh terbesar manajemen. Taylor dikenal sebagai bapak manajemen ilmiah (scientifick management). Dari hasil penelitian dan analisanya taylor mengemukakan empat prinsip Scientific Management, yaitu :
  1. Menghilangkan sistem coba-coba dan menerapkan metode-metode ilmu pengetahuan disetiap unsur-unsur kegiatan.
  2. Memilih pekerjaan terbaik untuk setiap tugas tertentu selanjutnya memberikan latihan dan pendidikan kepada pekerja.
  3. Setiap petugas harus menerapkan hasil-hasil ilmu pengetahuan didalam menjalankan tugasnya.
  4. Harus dijalin kerja sama  yang baik antara pimpinan dan pekerja.
      Karya Taylor lainnya yaitu mengenai upah perpotong minimum diberikan kepada pekerja yang menghasilkan sama dengan stándar atau dibawah stándar yang telah ditentukan,  sedangkan upah per potong maksimum diberikan kepada pekerja yang menghasilkan diatas stándar. Sistem upah per potong ini lebih dikenal dengan The Taylor Differential Rate System.

     2. Frank Bunker Gilbreth dan Lilian Gilbreth ( 1868 – 1924 dan 1878 – 1917 ).
         Suami istri yang berkecimpung dalam mengembangkan manajemen ilmiah. Frank adalah pelopor study gerak dan waktu, mengemukakan beberapa teknik manajemen yang di ilhami oleh pandapat taylor. Dia tertarik pada pengerjaan suatu pekerjaan yang memperoleh effisiensi tertinggi. Sedangkan Lilian Gilbreth cenderung tertarik pada aspek-aspek dalam kerja, seperti penyeleksian penerimaan tenaga kerja baru, penempatan dan latihan bagi tenaga kerja baru. Bukunya yang berjudul The Pshikology of Management menyatakan bahwa tujuan akhir dari manajemen ilmiah yaitu membantu para karyawan untuk meraih potensinya  sebagai mahluk hidup. 
  
     3. Hendry Laurance Gantt ( 1861 – 1919 )
         Hendry merupakan asisten dari Taylor, dia berdiri sendiri sebagai seorang konsultan. Adapun gagasan yang dicetuskannya adalah :
  1. Kerjasama yang saling menguntungkan antara manager dan tenaga kerja untuk mencapai tujuan bersama.
  2. Mengadakan seleksi ilmiah terhadap tenaga kerja.
  3. Pembayar upah pegawai dengan menggunakan sistem bonus.
  4. Penggunaan instruksi kerja yang terperinci.

     4. Harrington Emerson ( 1853 – 1931 )
         Prinsip pokoknya adalah tentang tujuan, dimana dari hasil penelitiannya menunjukan kebenaran prinsip yaitu uang akan lebih berhasil bila mengetahui tujuan penggunaannya. Bukti dari pendapat Emerson yaitu adanya istilah Management by Objek (MBO).





  • Teori organisasi klasik




Tokoh-tokoh teori organisasi klasik antara lain yaitu :


     1. Hanry Fayol ( 1841 – 1925 )
Fayol adalah seorang industrialis Perancis. Fayol mengatakan bahwa teori dan teknik administrasi merupakan dasar pengelolaan organisasi yang kompleks, ini diungkapkan dalam bukunya yang berjudul Administration Industrielle et General atau General and Industrial Management yang ditulis pada tahun 1908 oleh Costance Storrs.
Fayol membagi manajemen menjadi lima unsur yaitu perencanaan, pengorganisasian, pemberian perintah, pengkoordinasian dan pengawasan. Fungsi ini dikenal sebagai Fungsionalisme.
Fayol selanjutnya membagi enam kegiatan manajemen yaitu : 1. teknik produksi dan manufakturing produk, 2. Komersial, 3. Keuangan, 4. Keamanan, 5. Akuntansi, dan 6. Manajerial.
Hendry Fayol juga mengemukakan 14 prinsip manajemen yaitu :


      1. Devision of work
Adanya spesialisasi dalam pekerjaan, dimana dengan spesialisasi dapat meningkatkan efisiensi pelaksanaan kerja. Tujuannya adalah menghasilkan pekerjaan yang lebih banyak dan terbaik dengan usaha yang sama.


      2. Uathority and Responsibility
Wewenang yaitu hak untuk memberi perintah dan kekuasaan untuk meminta dipatuhi.
Tanggung jawab yaitu tugas dan fungsi yang harus dikerjakan, untuk ini diperlukan wewenang dari pihak diatasnya. Semua ini diperlukan sangsi agar dipatuhi oleh orang yang menerima.


      3. Dicipline
Melakukan apa sudah menjadi persetujuan bersama, disiplin ini Sangat penting dalam tercapainya tujuan bersama, sebab tanpa ini tidak akan mencapai tujuan.


      4. Unity of Command
Setiap bawahan hanya menerima instruksi dari seorang atasan saja untuk menghilangkan kebingungan dan saling lempar tanggung jawab. Bila hal ini dilanggar maka wewenang akan berkurang, disiplin terancam dan stabilitas akan goyah.


      5. Unity of Direction
Seluruh kegiatan dalam organisasi yang mempunyai tujuan sama harus diarahkan oleh seorang manajer.


      6. Subordination of Individual Interst to Generale Interest
Kepentingan seseorang tidak boleh diatas kepentingan bersama atau organisasi.


      7. Renumeration
Gaji bagi pegawai merupakan harga servis atau layanan yang diberikan. Konpensasi harus adil baik bagi karyawan maupun pemilik.


       8. Centralization
Standarisasi dan desentralisasi merupakan pembagian kekuasaan. Sentralisasi bisa dipakai pada organisasi yang kecil, tapi lain bagi organisasi yang besar sentralisasi tidak mungkin dapat digunakan, harus menggunakan desentralisasi. Bila peranan diberikan kepada bawahan lebih besar, maka digunakan desentralisasi.


       9. Scalar Chain ( garis wewenang )
Jalan yang harus diikuti oleh semua komunikasi yang bermula dari dan kembali kekuasaan terakhir. Prinsipnya mempermudah komunikasi antar pegawai yang setingkat.


      10. Order
Disini berlaku setiap tempat untuk setiap orang dan setiap orang pada tempatnya. Hendaknya setiap orang ditempatkan pada posisi yang tepat untuk mereka berdasarkan pada kemampuan, bakat dan minatnya.


      11. Equty
Untuk merangsang agar pekerja melaksanakan pekerjaan dengan baik, sungguh-sungguh dan penuh kesetiaan, maka harus ada persamaan perlakuan dalam organisasi.


       12. Stability of Tonure of Personel
Seseorang pegawai memerlukan penyesuaian untuk mengerjakan pekerjaan barunya agar dapat berhasil dengan baik. Apabila seseorang sering kali dipindah dari satu pekerjaan ke pekerjaan lainnya akan menghambat dan membuat pekerja tersebut produktivitasnya kecil. Turn over tenaga kerja yang tinggi tidak baik bagi pelaksanaan fungsi-fungsi organisasi.


       13. Initiative
Bawahan diberi kekuasaan dan kebebasan didalam mengeluarkan pendapatnya, menjalankan dan menyelesaikan rencananya, walaupun ada kesalahan yang mungkin terjadi.


       14. Esprit the Corps
Persatuan adalah keleluasaan, pelaksanaan operasi organisasi perlu memiliki kebanggan, keharmonisan dan kesetiaan dari para anggotanya yang tercermin dalam semangat korps.






  • Teori Hubungan Manusiawi ( neo klasik )




Aliran ini timbul karena pendekatan klasik tidak sepenuhnya menghasilkan efisiensi dalam produksi dan keselarasan kerja. Tokoh-tokoh aliran hubungan manusiawi antara lain :





     1. Hugo Munsterberg ( 1863 – 1916 )
Hugo merupakan pencetus psikologi industri sehingga dikenal sebagai bapak psikologi industri. Bukunya yaitu Psikology and Industrial Efficiensy, menguraikan bahwa untuk mencapai tujuan produktifitas harus melakukan tiga cara pertama penemuan best posibble person, kedua penciptaan best posibble work dan ketiga penggunaan best posibble effect.


     2. Elton Mayo ( 1880 – 1949 )
Terkenal dengan percobaan-percobaan Howthorne, dimana hubungan manusiawi menggambarkan manager bertemu atau berinteraksi dengan bawahan. Bila moral dan efisiensi verja memburuk maka hubungan manusiawi dalam organisasi juga akan buruk. Mayo juga meneliti pengaruh kondisi penerangan terhadap produktifitas. Dari hasil penelitian disimpulkan bahwa bila kondisi penerangan naik, maka produktifitas juga akan naik dan begitupun sebaliknya. Percobaan kedua dimana bila kelompok yang terdiri dari enam orang dipisahkan dalam ruangan yang terpisah, dimana ruangan pertama kondisinya diubah setiap waktu sedang ruangan lainnya tidak mengalami perubahan. Variabel yang dirubah seperti upah, jam istirahat, jam makan, hari kerja dan sebagainya ternyata kondisi tersebut mengalami kenaikan produktivitas, ternyata kenaikan produktivitas ini bukan diakibatkan oleh intensif keuangan. Rantai reaksi emosional antar pekerja berpengaruh terhadap peningkatan produktivitas, perhatian khusus dan simpatik sangat berpengaruh, fenomena ini dikenal sebagai Howthorne Effect.





  • Teori hubungan modern ( ilmu pengetahuan ) / Teori perilaku




Dalam pengembangannya dibagi menjadi dua, pertama aliran hubungan manusiawi ( perilaku organisasi ) dan kedua berdasar pada manajemen ilmiah atau manajemen operasi.
Tokoh aliran perilaku organisasi yaitu :


  • Douglas McGregor yang terkenal dengan teori X dan teori Y.
  • Frederick Herzberg terkenal dengan teori motivasi higenis atau teori dua factor.
  • Chris Argiris mengatakan bahwa organisasi sebagai sistem sosial atau sistem antar hubungan budaya.
  • Edgar Schein dinamika kelompok dalam organisasi.
  • Abhraham Maslow mengemukakan tentang hirarki kebutuhan tentang perilaku manusia dan dinamika proses.
  • Robert Blak dan Jane mounton mengemukakan lima gaya kepemimpinan dengan kisi-kisi manajerial ( managerial grid ).
  • Rensislikert mengemukakan empat sistem manajemen dari sistem 1.explotatif, otoritatif sampai sistem 4. partisiatif kelompok.
  • Fred Feidler menerapkan pendekatan contingency pada studi kepemimpinan.

  • Sumbangan Aliran Perilaku Organisasi 

Sumbangan aliran ini terlihat dalam peningkatan pemahaman terhadap motivasi perseorangan, perilaku kelompok, hubungan antara pribadi dalam kerja dan pentingnya kerja bagi manusia. Semua hal ini telah membuat para manajer semakin peka dan terampil dalam menangani dan berhubungan dengan bawahannya.



  • Keterbatasan Aliran Perilaku Organisasi 

Meskipun demikian, banyak ahli berpendapat potensi teori ini belum dikembangkan lebih lanjut. Selain itu juga banyak kritikan terhadap aliran ini, karena disamping terlalu umum, terlalu abstrak dan ruwet/rumit. Rekomendasi mereka sering berbeda satu ahli dengan ahli lainnya, sehingga manajer mengalami kesulitan menentukan pendapat yang paling baik.





  • Teori Aliran Kuantitatif (Riset Operasi dan Manajemen Sains)




     Aliran kuantitatif mulai berkembang sejak Perang Dunia II. Pada waktu itu Inggris ingin memecahkan beberapa persoalan yang sangat kompleks dalam perang. Inggris kemudian membentuk Tim Riset Operasi (Reserch Operation), dipimpin oleh P.M.S Blackett. Tim ini terdiri dari ahli matematika, fisika, dan ilmuwan lainnya. Inggris berhasil menemukan terobosan-terobosan penting dari team tersebut. Amerika Serikat kemudian meniru, membentuk tim riset operasi seperti yang dibentuk Inggris.
Manajemen operasi merupakan variasi lain dari pendekatan kuantitatif. Beberapa contoh model manajemen operasi adalah : pengendalian persediaan seperti EOQ (Economic Order Quantity), simulasi, analisis break-event, programasi lenier (linear programming).



  • Sumbangan Aliran Kuantitatif (Riset Operasi/Manajemen Sains) 
Pendekatan kuantitatif memberikan sumbangan penting terutama dalam perencanaan dan pengendalian. Pendekatan tersebut juga membantu memahami persoalan manajemen yang kompleks. Dengan menggunakan model matematika, persoalan yang kompleks dapat disederhanakan.



  • Keterbatasan Aliran Kuantitatif (Riset Operasi/Manajemen Sains) 
Sayangnya model kuantitatif banyak menggunakan model atau simbol yang sulit dimengerti oleh kebanyakan orang, termasuk manajer. Pendekatan kuantitatif juga tidak melihat persoalan perilaku dan psikologi manusia dalam organisasi. Meskipun demikian potensi model kuantitatif belum dikembangkan sepenuhnya. Apabila dapat dikembangkan lebih lanjut pendekatan kuantitatif akan memberikan sumbangan yang lebih berarti.








  • Evolusi Teori Manajemen :




      Teori (theory) : sekelompok asumsi yang erat berkaitan dan logis, dikemukakan untuk menjelaskan hubungan antara dua fakta atau lebih yang dapat diamati serta menyediakan dasar yang mantap untuk memperkirakan peristiwa pada masa depan.
Teori dimanfaatkan untuk:


  • Memberikan fokus yang mantap untuk memahami peristiwa yang kita alami
  • Mempermudah kita berkomunikasi secara efisien,
  • Membuat dan menantang kita untuk terus belajar,


Aliran ilmu manajemen :
Pendekatan masalah manajemen dengan penggunaan teknik matematik untuk membuat model, menganalisis dan menyelesaikan.
Riset Operasi (Operational research) : teknik matematik untuk membuat model, menganalisis dan menyelesaikan masalah manajemen.




4. Apa yang Anda ketahui tentang Lingkungan Manajemen:
Jawab:








  • Manajemen dan Lingkungan Eksternal




     Manajemen lingkungan adalah aspek-aspek dari keseluruhan manajemen (termasuk perencanaan) yang menentukan dan membawa pada implementasi kebijakan lingkungan. Manajemen lingkungan selama ini sebelum adanya ISO 14001 berada dalam kondisi terpecah-pecah dan tidak memiliki stándar tertentu dari satu daerah dengan daerah lain, dan secara internasional berbeda penerapannya antara negara satu dengan lainnya. Praktek manajemen lingkungan yang dilakukan secara sistematis, prosedural, dan dapat diulang disebut dengan Sistem Manajemen Lingkungan ( EMS ).   Manajemen lingkungan saat ini telah banyak mengalami perubahan yang cukup berarti terutama dimulai Sejak awal tahun 1990. Penelitian mengenai efek dan akibat penerapan manajemen lingkungan telah banyak dilakukan terutama Sejak munculnya ISO 14001 di tahun 1996. Penerapan manajemen lingkungan yang baik di tingkat organisasi pada umumnya dibagi menjadi 3 elemen :


  1. Perlindungan lingkungan secara fisik.
  2. Membentuk budaya berkelanjutan dalam organisasi
  3. Menanamkan nilai-nilai moral dan saling kepercayaan antar elemen organisasi.

  • Definisi Lingkungan

     Lingkungan menurut definisi umum yaitu segala sesuatu disekitar subjek manusia yang terkait dengan aktifitasnya. Elemen lingkungan adalah hal-hal yang terkait dengan : tanah, udara, air, sumber daya alam, flora, fauna, manusia, dan hubungan antar faktor-faktor tersebut. Titik sentral isu lingkungan adalah manusia. Jadi manajemen lingkungan bisa diartikan sekumpulan aktifitas merencanakan, dan menggerakkan sumber daya manusia dan sumber daya lain untuk mencapai tujuan kebijakan lingkungan yang telah ditetapkan.
    Dalam pembahasan manajemen tidak lepas pada masalah lingkungan yang dihadapi oleh seorang manager. Perbedaan dan kondisi lingkungan akan berpengaruh terhadap konsep dan teknik serta keputusan yang akan diambil.  Ada dua macam faktor lingkungan, yaitu :

  • Faktor Lingkungan Internal yaitu lingkungan yang ada didalam usahanya saja.
  • Faktor Lingkungan Eksternal yaitu unsur-unsur yang berada diluar organisasi, dimana unsure-unsur ini tidak dapat dikendalikan dan diketahui terlebih dahulu oleh manager, disamping itu juga akan mempengaruhi manager didalam pengambilan keputusan yang akan dibuat. Unsur-unsur lingkungan eksternal organisasi contohnya yaitu perubahan ekonomi, paraturan pemerintah, perilaku konsumen, perkembangan teknologi, politik dan lainnya. Lingkungan eksternal dibagi menjadi dua yaitu :
          1. Lingkungan eksternal mikro yaitu lingkungan yang mempunyai pengaruh langsung terhadap kegiatan manajemen yang terdiri atas penyedia, langganan, para pesaing, lembaga perbankan dan lainnya.
          2. Lingkungan eksternal makro yaitu lingkungan yang mempunyai pengaruh tidak langsung, seperti kondisi perekonomian, perubahan teknologi, politik, sosial dan lain sebagainya.


  • Tanggung jawab Sosial Manajer / Perusahaan
          Tanggung jawab Sosial Perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR) adalah suatu konsep bahwa organisasi, khususnya (namun bukan hanya) perusahaan adalah memiliki suatu tanggung jawab terhadap konsumen, karyawan, pemegang saham, komunitas dan lingkungan dalam segala aspek operasional perusahaan.
CSR berhubungan erat dengan "pembangunan berkelanjutan", di mana ada argumentasi bahwa suatu perusahaan dalam melaksanakan aktivitasnya harus mendasarkan keputusannya tidak semata berdasarkan faktor keuangan, misalnya keuntungan atau deviden melainkan juga harus berdasarkan konsekuensi sosial dan lingkungan untuk saat ini maupun untuk jangka panjang.

          1. Analisis dan pengembangan

              Hari ini yang menjadi perhatian terbesar dari peran perusahaan dalam masyarakat telah ditingkatkan yaitu dengan peningkatan kepekaan dan kepedulian terhadap lingkungan dan masalah etika. Masalah seperti perusakan lingkungan, perlakuan tidak layak terhadap karyawan, dan cacat produksi yang mengakibatkan ketidak nyamanan ataupun bahaya bagi konsumen adalah menjadi berita utama surat kabar. Peraturan pemerintah pada beberapa negara mengenai lingkungan hidup dan permasalahan sosial semakin tegas, juga standar dan hukum seringkali dibuat hingga melampaui batas kewenangan negara pembuat peraturan (misalnya peraturan yang dibuat oleh Uni Eropa. Beberapa investor dan perusahaan manajemen investasi telah mulai memperhatikan kebijakan CSR dari suatu perusahaan dalam membuat keputusan investasi mereka, sebuah praktek yang dikenal sebagai "Investasi bertanggung jawab sosial" (socially responsable investing).
          Banyak pendukung CSR yang memisahkan CSR dari sumbangan sosial dan "perbuatan baik" (atau kedermawanan seperti misalnya yang dilakukan oleh Habitat for Humanity atau Ronald McDonald House), namun sesungguhnya sumbangan sosial merupakan bagian kecil saja dari CSR. Perusahaan di masa lampau seringkali mengeluarkan uang untuk proyek-proyek komunitas, pemberian beasiswa dan pendirian yayasan sosial. Mereka juga seringkali menganjurkan dan mendorong para pekerjanya untuk sukarelawan (volunteer) dalam mengambil bagian pada proyek komunitas sehingga menciptakan suatu itikad baik dimata komunitas tersebut yang secara langsung akan meningkatkan reputasi perusahaan serta memperkuat merek perusahaan. Dengan diterimanya konsep CSR, terutama triple bottom line, perusahaan mendapatkan kerangka baru dalam menempatkan berbagai kegiatan sosial diatas.
          Kepedulian kepada masyarakat sekitar/relasi komunitas dapat diartikan sangat luas, namun secara singkat dapat dimengerti sebagai peningkatan partisipasi dan posisi organisasi di dalam sebuah komunitas melalui berbagai upaya kemaslahatan bersama bagi organisasi dan komunitas. CSR adalah bukan hanya sekedar kegiatan amal, di mana CSR mengharuskan suatu perusahaan dalam pengambilan keputusannya agar dengan sungguh-sungguh memperhitungkan akibat terhadap seluruh pemangku kepentingan (stakeholder) perusahaan, termasuk lingkungan hidup. Hal ini mengharuskan perusahaan untuk membuat keseimbangan antara kepentingan beragam pemangku kepentingan eksternal dengan kepentingan pemegang saham, yang merupakan salah satu pemangku kepentingan internal.
          Dunia bisnis selama setengah abad terakhir, telah menjelma menjadi institusi paling berkuasa diatas planet ini. Institusi yang dominan di masyarakat manapun harus mengambil tanggung jawab untuk kepentingan bersama setiap keputusan yang dibuat, setiap tindakan yang diambil haruslah dilihat dalam kerangka tanggung jawab tersebut.
          Sebuah definisi yang luas oleh World Business Council for Sustainable Development (WBCSD) yaitu suatu asosiasi global yang terdiri dari sekitar 200 perusahaan yang secara khusus bergerak dibidang "pembangunan berkelanjutan" (sustainable development) yang menyatakan bahwa:
"CSR adalah merupakan suatu komitmen berkelanjutan oleh dunia usaha untuk bertindak etis dan memberikan kontribusi kepada pengembangan ekonomi dari komunitas setempat ataupun masyarakat luas, bersamaan dengan peningkatan taraf hidup pekerjanya beserta seluruh keluarganya".


          2. Pelaporan dan pemeriksaan

              Untuk menunjukkan bahwa perusahaan adalah warga dunia bisnis yang baik maka perusahaan dapat membuat pelaporan atas dilaksanakannya beberapa standar CSR termasuk dalam hal:

  • Akuntabilitas atas standar AA1000 berdasarkan laporan sesuai standar John Elkington yaitu laporan yang menggunakan dasar triple bottom line (3BL).
  • Global Reporting Initiative, yang mungkin merupakan acuan laporan berkelanjutan yang paling banyak digunakan sebagai standar saat ini.
  • Verite, acuan pemantauan
  • Laporan berdasarkan standar akuntabilitas sosial internasional SA8000.
  • Standar manajemen lingkungan berdasarkan ISO 14000

          Di beberapa negara dibutuhkan laporan pelaksanaan CSR, walaupun sulit diperoleh kesepakatan atas ukuran yang digunakan untuk mengukur kinerja perusahaan dalam aspek sosial. Sementara aspek lingkungan apalagi aspek ekonomi memang jauh lebih mudah diukur. Banyak perusahaan sekarang menggunakan audit eksternal guna memastikan kebenaran laporan tahunan perseroan yang mencakup kontribusi perusahaan dalam pembangunan berkelanjutan, biasanya diberi nama laporan CSR atau laporan keberlanjutan. Akan tetapi laporan tersebut sangat luas formatnya, gayanya dan metodologi evaluasi yang digunakan (walaupun dalam suatu industri yang sejenis). Banyak kritik mengatakan bahwa laporan ini hanyalah sekedar "pemanis bibir" (suatu basa-basi), misalnya saja pada kasus laporan tahunan CSR dari perusahaan Enron dan juga perusahaan-perusahaan rokok. Namun, dengan semakin berkembangnya konsep CSR dan metode verifikasi laporannya, kecenderungan yang sekarang terjadi adalah peningkatan kebenaran isi laporan. Bagaimanapun, laporan CSR atau laporan keberlanjutan merupakan upaya untuk meningkatkan akuntabilitas perusahaan di mata para pemangku kepentingannya.









          3. Kasus bisnis dari Corporate Social Responsibility (CSR)


              Skala dan sifat keuntungan dari CSR untuk suatu organisasi dapat berbeda-beda tergantung dari sifat perusahaan tersebut dan amat sulit untuk mengukurnya walaupun banyak sekali literatur yang memuat tentang cara mengukur seperti misalnya metode "Empat belas poin balanced scorecard oleh Deming. Orlizty, Schmidt, dan Rynes menemukan suatu korelasi antara sosial / performa lingkungan hidup dan performa keuangan. Namun bisnis nampaknya tidak menguntungkan apabila diharuskan melaksanakan strategi CSR.
Hasil Survey "The Millenium Poll on CSR" (1999) yang dilakukan oleh Environics International (Toronto), Conference Board (New York) dan Prince of Wales Business Leader Forum (London) diantara 25.000 responden di 23 negara menunjukkan bahwa dalam membentuk opini tentang perusahaan, 60% mengatakan bahwa etika bisnis, praktek terhadap karyawan, dampak terhadap lingkungan, tanggungjawab sosial perusahaan (CSR) akan paling berperan, sedangkan bagi 40% citra perusahaan & brand image yang akan paling mempengaruhi kesan mereka. Hanya 1/3 yang mendasari opininya atas faktor-faktor bisnis fundamental seperti faktor finansial, ukuran perusahaan, strategi perusahaan, atau manajemen.
Lebih lanjut, sikap konsumen terhadap perusahaan yang dinilai tidak melakukan CSR adalah ingin "menghukum" (40%) dan 50% tidak akan membeli produk dari perusahaan yang bersangkutan dan/atau bicara kepada orang lain tentang kekurangan perusahaan tersebut.
Kasus bisnis pada CSR diantara perusahaan-perusahaan biasanya berkisar satu ataupun lebih dari argumentasi dibawah ini :







  • Sumber daya manusia


          Program CSR dapat dilihat sebagai suatu pertolongan dalam bentuk rekrutmen tenaga kerja dan memperkerjakan masyarakat sekitar, terutama sekali dengan adanya persaingan kerja diantara para lulusan sekolah. Akan terjadi peningkatan kemungkinan untuk ditanyakannya kebijakan CSR perusahaan pada rekrutmen tenaga kerja yang berpotesi maka dengan memiliki suatu kebijakan komprehensif akan menjadi suatu nilai tambah perusahaan. CSR dapat juga digunakan untuk membentuk suatu atmosfir kerja yang nyaman diantara para staf, terutama apabila mereka dapat dilibatkan dalam "penyisihan gaji" dan aktivitas "penggalangan dana" atapun suka relawan.




  • Manajemen risiko


          Manajemen risiko merupakan inti dari strategi perusahaan. Reputasi yang dibentuk dengan susah payah selama bertahun-tahun dapat musnah dalam sekejap melalui insiden seperti skandal korupsi atau skandal lingkungan hidup. Kejadian ini dapat menarik perhatian yang tidak diinginkan dari penguasa, pengadilan, pemerintah dan media massa. Membentuk suatu budaya dari "mengerjakan sesuatu dengan benar" pada perusahaan dapat mengurangi risiko ini.




  • Membedakan merek


          Di tengah hiruk pikuknya pasar maka perusahaan berupaya keras untuk membuat suatu cara penjualan yang unik sehingga dapat membedakan produknya dari para pesaingnya di benak konsumen. CSR dapat berperan untuk menciptakan loyalitas konsumen atas dasar nilai khusus dari etika perusahaan.




  • Ijin usaha


          Perusahaan selalu berupaya agar menghindari gangguan dalam usahanya melalui perpajakan atau peraturan. Dengan melakukan sesuatu kebenaran secara sukarela maka mereka akan dapat meyakinkan pemerintah dan masyarakat luas bahwa mereka sangat serius dalam memperhatikan masalah kesehatan dan keselamatan, diskriminasi atau lingkungan hidup maka dengan demikian mereka dapat menghindari intervensi. Perusahaan yang membuka usaha diluar negara asalnya dapat memastikan bahwa mereka diterima dengan baik selaku warga perusahaan yang baik dengan memperhatikan kesejahteraan tenaga kerja dan akibat terhadap lingkungan hidup, sehingga dengan demikian keuntungan yang menyolok dan gaji dewan direksinya yang sangat tinggi tidak dipersoalkan.




  • Motif perselisihan bisnis


          Kritik atas CSR akan menyebabkan suatu alasan dimana akhirnya bisnis perusahaan dipersalahkan. Contohnya, ada kepercayaan bahwa program CSR seringkali dilakukan sebagai suatu upaya untuk mengalihkan perhatian masyarakat atas masalah etika dari bisnis utama perseroan.




Referensi :